Search This Blog

Showing posts with label SUDUT PANDANG. Show all posts
Showing posts with label SUDUT PANDANG. Show all posts

Tuesday, 29 October 2013

Cari Nama Kamu di Google, Seperti apa hasilnya?


Gambar di samping saya print screen dari sumber.  Blog saya (suchaini.wordpress.com) sudah di suspand oleh wordpress sejak 2011.

Saya iseng-iseng mencari nama saya sendiri melalui mesin pencari (Google), hasilnya mampu membuat saya tersenyum sendiri. Hampir semua aktivitas saya menggunakan media Internet terekam, tidak cuma google, bahkan yasni.com, meetme.com, inkuiri.com, atau twicsy.com, dan sejenisnya juga memuat banyak aktifitas saya yang didapatkan dari media social twitter. Hebat bukan? Bagaimana kecanggihan teknologi mampu mengungkapkan historis kegiatan kita dmelalui media internet.  Termasuk privasi kita yang kita tulis di media sosial.

Monday, 16 September 2013

Berapa Jumlah Desa di Indonesia saat ini?




Wilayah Administrasi Desa

Desa/kelurahan, tingkat administrasi terkecil pemerintahan di Negara ini memiliki banyak sebutan. Ada yang menyebutnya Nagari di Sumatera Barat, ada Kampung di Papua, ada juga yang menyebut desa dengan nama Lembang di Toraja. Di daerah lain tentu saja ada pula nama lain wilayah setingkat desa.
Jumlah wilayah administrasi setingkat desa di Indonesia sebanyak 78.609, terdiri dari 70.390 administrasi desa dan 8.083 administrasi Kelurahan, dan juga masih ada 136 wilayah setingkat desa yang memiliki sebutan lain (UPT, SPT, dan lainnya). Jumlah tersebut merujuk pada data potensi desa tahun 2011. Tentu saja sampai dengan tahun 2013 sekarang ini, sudah banyak wilayah desa yang mengalami pemekaran. Menurut data Kemendagri buku induk kode dan data wilayah administrasi pemerintahan per provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan seluruh Indonesia tahun 2013, terdapat 72.944 wilayah administrasi desa dan 8.309 wilayah administrasi kelurahan. Sehingga total wilayah administrasi setingkat desa dan kelurahan 81.253 wilayah administrasi setingkat desa/kelurahan.
Jumlah tertinggi wilayah administrasi terkecil tingkat desa ada di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 8.577 unit desa/kelurahan, sedangkan paling sedikit ada di DKI Jakarta 267 unit semuanya administrasi kelurahan.
Pembeda desa dan kelurahan secara awam adalah naiknya jabatan kepimpinan antara desa dan kelurahan memiliki perbedaan. Kepala desa dipilih melalui pilkades (pemilihan kepala desa) dan lurah ditentukan langsung oleh pemerintah daerah setempat. Kelurahan dibentuk di wilayah kecamatan dengan Perda Kabupaten/Kota yang berpedoman pada Peraturan Pemerintah. Kelurahan dipimpin oleh seorang lurah yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan dari Bupati/Walikota. Lurah diangkat oleh Bupati/Walikota atas usul Camat dari pegawai negeri sipil yang menguasai pengetahuan teknis pemerintahan dan memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kelurahan sebagaimana dijelaskan di wikipedia Dalam konteks otonomi daerah di Indonesia, Kelurahan merupakan wilayah kerja Lurah sebagai Perangkat Daerah Kabupaten atau kota. Berbeda dengan desa, kelurahan tidak memiliki hak mengatur wilayahnya lebih terbatas. Dalam perkembangannya, sebuah desa dapat ditingkatkan statusnya menjadi kelurahan.

Sumber:
http://www.kemendagri.go.id/media/filemanager/2013/05/28/b/u/buku_induk_kode_data_dan_wilayah_2013.pdf
http://www.bps.go.id/hasil_publikasi/stat_podes_2011/index3.php?pub=Statistik%20Potensi%20Desa%20Indonesia%202011

Monday, 19 August 2013

Potensi Kabupaten Sukoharjo



Pada tulisan ini saya mencoba menjabarkan profil dan potensi kabupaten tanah kelahiran saya, yaitu Sukoharjo.
Bagi anda penggemar bola basket nasional, tentu pernah mengenal nama Bhinneka Sritex Solo, saat ini menjadi Sritex Dragon Pertamina Solo. Salah satu bola basket klub papan atas yang sering menjuarai kobatama sudah menutup catatannya pada tahun 2009 lalu. Tapi saying, munculnya Sritex Dragon Pertamina Solo tidak serta merta memiliki karir yang sama, bahkan tren negatif selalu ditunjukkan pada setiap kejuaraan. Gedung olah raga yang dulu dikenal dengan GOR Bhinneka, sekarang sudah beralih nama menjadi Stadiun Sritex. Induk Bhinneka adalah PT Sritex, yang memiliki nama panjang Sri Rejeki Ismail Tekstil ini berlokasi di Sukoharjo.

Sunday, 11 August 2013

Mudik Lebaran dan Budaya



Mudik merupakan sebuah prosesi yang sakral bagi seluruh elemen bangsa indonesia. Seluruh aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pengemis, pengamen, buruh, bisnismen, bahkan pemerintah terlibat di dalamnya.

Mudik identik dengan kampung halaman. Kampung tempat dilahirkan, kampung tempat orang tua tinggal, kampung keluarga istri, kampung sanak keluarga lain. Di kota besar, ada juga majikan yang mengantarkan pembantunya pulang kampung sampai rumah. Karena sang majikan asli kota, bukan kampung. Sang majikan ikut pulang kampung ke rumah pembantunya.

Sunday, 30 June 2013

Studi Pengukuran Tingkat Kebahagiaan

Tujuan utama pembangunan adalah mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur. Jika membicarakan sejahtera dinyatakan sebagai suatu kondisi masyarakat yang telah terpenuhi kebutuhan dasarnya, serta terpenuhinya hak asasi dan partisipasi serta terwujudnya masyarakat beriman dan bertaqwa, maka kesejahteraan yang diukur dari berbagai hal objektif tidak cukup menggambarkan kesejahteraan itu sendiri.
Kesejahteraan penduduk pada saat ini diukur dari pendapatan per kapita ditambah dengan pencapaian pembangunan manusia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sepertinya masih belum cukup. IPM yang meningkat dan angka kemiskinan yang terus menurun, ternyata memiliki paradoks tersendiri. Meningkatnya jumlah tindak pidana/kejahatan, meningkatnya kasus bunuh diri, serta meningkatnya perkelahian massal, seperti memperlihatkan pada kita dampak pembangunan pada kondisi yang lain.

Tuesday, 4 June 2013

Respon Rate pada Sensus dan Survei


Pada setiap pelaksanaan sensus dan survei dapat dipastikan ada ketidak lengkapan data hasil pendataan. Misalnya, dalam sensus masih ada satu atau dua yang belum terdata, atau pada survei yang memperoleh data kurang dari target. Hal seperti ini pasti terjadi. Banyaknya data yang terkumpul, atau kuesioner yang terisi dari target sampel yang dibutuhkan, biasanya disebut sebagai respon rate. Apabila menyadur dari wikipedia,

Monday, 3 June 2013

Kaserang Garut, jangan lupa ke Sukaregang

Kaserang Garut, jangan lupa ke Sukaregang 
Garut, sebuah kabupaten yang dikelilingi gunung dan dibatasi laut pada bagian selatannya. Tempat keturunan-keturunan none belanda yang tinggal di pesisir pantai selatan dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. 
Saya berangkat dari Jakarta tanggal 11 Juni 2013 ke Garut melewati Nagrek. Sebenarnya ada bus dari Kampung Rambutan - Garut, tetapi saya naik travel. Satu-satunya travel Jakarta - Garut yang diantar sampai tujuan.

Saturday, 25 May 2013

Perilaku "Responden"



Pada pelaksanaan sensus dan survei seorang petugas pendata yang melakukan wawancara pasti terlibat langsung dengan subjek penelitian (subjek penelitian pada tulisan ini selanjutnya disebut sebagai Responden). Keterlibatan ini memunculkan banyak perilaku pada masing-masing kegiatan wawancara. Ada responden yang mau dengan ikhlas meluangkan waktu untuk wawancara, ada yang terpaksa diganti responden lain karena menolak diwawancara. Hal ini mempersulit seseorang petugas pendata dalam melakukan pengambilan data. Belum lagi apabila responden yang mau diwawancara dengan embel-embel tertentu, misalnya memperoleh bantuan. Jawaban yang cenderung "memiskinkan diri" atau supaya dianggap "merana" bisa jadi muncul, sehingga membuat jawaban menjadi bias. Pada kondisi lain masyarakat yang tidak berkepentingan menjadi sampel dapat dipastikan ingin diwawancarai, dengan harapan mendapatkan suatu "bantuan".  

Friday, 19 April 2013

Siapa Orang Miskin di Indonesia? [Apakah anda termasuk?]


Apakah anda termasuk orang miskin?
Menurut Pemerintah Indonesia, Jumlah penduduk miskin per September 2012 sebesar 28,59 juta orang (11,66 persen). Yang dimaksud penduduk miskin di sini adalah penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Apa itu GK? GK merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Apa lagi GKM dan GKNM? GKM merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita perhari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll). GKNM adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di pedesaan. Nah, sekarang siapa yang dianggap miskin ini? Apakah saya, anda termasuk penduduk miskin? 

Wednesday, 3 April 2013

Apa itu bahagia?



 "Saya tidak mampu merasakan apa yang dinamakan kebahagiaan saat kehilangan barang"

Bahagia atau tidak, ada pada diri sendiri, sangat menarik. Seperti seseorang yang menganggap bahwa tubuh ini memiliki satu bagian yang berbeda dengan bagian lain, seperti kaki, tangan, hidung, tidak ada yang sama masing-masing bagian itu. Bukan hanya itu, ada sesuatu yang khas dengan memperlakukan kebahagiaan sebagai urusan murni psikologis. Kita mungkin bisa merasa bahagia, tetapi tidak memiliki kehidupan yang baik di semua hal. Misalnya, menjadi aktor dalam sinetron, di mana semua hal dapat diatur oleh sutradara. Peran yang baik, kaya, bahagia, atau mampu memperoleh apapun sesuai keinginan. Itukah yang kita inginkan? Berbahagia dalam angan-angan, sementara kenyataan hidup yang dialami tidak sebaik yang difikirkan. Rupanya kondisi mental kita bukan satu-satunya hal yang penting. Dari pengamatan tersebut kita mungkin memperkirakan bahwa pekerjaan filosofis tentang kebahagiaan sedikit menjanjikan. Uang menjadi tidak menarik atau penting lagi ketika semua itu sudah terpenuhi.

Sunday, 2 December 2012

Review Buku - TANGGUH DENGAN STATISTIK

Saat ini terbit buku baru yang mampu membuka wacana dan pola berfikir mengenai data. Paradigma baru dalam mengungkap sejumlah publikasi data statistik yang disampaikan oleh pengambil kebijakan,  dituturkan dalam tulisan yang sederhana dan mudah difahami, bahkan oleh orang awam sekalipun. Buku bertajuk "Tangguh dengan Statistik"  yang ditulis oleh Bapak Jousairi Hasbullah ini menawarkan pada kita untuk membuka mata dan berfikir jernih terhadap angka dan berbagai pengukuran, termasuk kemiskinan, ketenaga kerjaan, inflasi, pertumbuhan ekonomi bahkan ekspor-impor. Tidak perlu menjadi ahli, cukup fahami bagaimana cara data dibaca dan dipergunakan, sehingga tidak salah arah dalam memaknai setiap angka.

Wednesday, 28 November 2012

Kondisi Rumah Tinggal di Indonesia

KONDISI RUMAH TINGGAL DI INDONESIA

Kebutuhan akan rumah, merupakan kebutuhan pokok setiap manusia selain sandang dan pangan. Bahkan, orang awam secara umum melihat kekayaan dan kemampuan seseorang secara finasial, melihat kemegahan atau kondisi rumah yang dimilikinya. Apakah itu berlaku di Indonesia? Untuk perkotaan dapat dikatakan ya. Akan tetapi, bagaimana kondisi yang sebenarnya untuk wilayah timur atau wilayah yang dikatakan tertinggal?

Sunday, 25 November 2012

Kota Cilegon : Lingkungan dan Polemiknya

ilustrasi

Sabtu minggu (24 dan 25 November) saya kembali berkunjung kembali ke Kota Cilegon. Kota ini masih mengalami polemik penentuan UMK. Keputusan UMK Provinsi Banten, menurut media masih menunggu keputusan UMK Kota Cilegon. Polemik yang muncul kemungkinan dikarenakan banyak wilayah (terutama jabodetabek) sudah diputuskan UMK dengan kepala 2 (2 jutaan - jakarta 2,2). Sedangkan buruh Kota Cilegon menganggap layak untuk memperoleh besar kenaikan yang sama, yaitu sebesar 2,2 juta per bulan, karena merupakan daerah industri Krakatau. Akan tetapi apabila berubah menjadi angka ini, maka dapat dipastikan UMK Kota Cilegon naik sebesar 100 persen  dari UMK tahun 2012 yang hanya Rp 1.481.000 dan tuntutan Buruh sebesar 2,4 Juta.

Tuesday, 13 November 2012

ORANG MISKIN TIDAK BOLEH SAKIT!

Ilustrasi
Orang miskin dilarang sakit, mungkin seperti itu jargon Jakowi pada saat menyampaikan kartu sehat kepada warga. Bahkan sakit panu-pun bisa berobat ke puskesmas atau rumah sakit setempat dengan kartu itu. Gratis...tis...tis...tis... Harapannya adalah, sekali gejala sakit menyerang, orang langsung berobat. Sehingga bisa lekas sembuh dan beraktifitas kembali untuk mencari rizki.  Bukan menunggu-nunggu sampai sembuh sendiri. Kemudahan inilah yang sangat diharap-harapkan oleh warga DKI. Sosok gubernur yang mungkin sangat dinanti. Gebrakannya yang ditunggu, seakan-akan mempertegas bahwa rakyat tidak boleh sakit! Sukseskan kemudahan pelayanan masyarakat.

Sunday, 11 November 2012

Strategi Bisnis LSM: Menjaga Keberlangsungan Hidup Organisasi


Bisnis yang memikirkan demand, supply, sales dan berbagai hal yang terkait produksi serta penjualan, selalu mengharapkan profit dalam jangka panjang dalam usaha yang sustainable. Bayangkan suatu bisnis kecil, missalnya produksi kue, produsen akan memikirkan bagaimana cara membayar gaji, membeli bahan baku, membiayai transportasi, membayar rekening listrik serta sarana penunjang lain. Produsen memperoleh uang, satu-satunya cara adalah menjual kue tersebut untuk menutupi segala kebutuhan dan memperoleh penghasilan (profit), sehingga proses produksi tetap berjalan.

Monday, 29 October 2012

Manajemen Strategis : Aksi dan Logika


Strategi mengkomunikasikan tujuan yang diinginkan dan apa yang akan dilakukan, oleh siapa, bagaimana, untuk siapa, dan mengapa hasilnya menjadi berharga. Setidaknya terdapat enam (6) karakteristik strategi yang efektif. Pertama adalah komunikasikan tujuan menarik atau visi kepada orang lain, kedua menggabungkan kekuatan organisasi dengan peluang lingkungan. Selanjutnya adalah memanfaatkankeberhasilan sementarauntuk menjajaki peluang baru. Keempat menghasilkan sumber daya lebih dari yang digunakannya, kelima mengkoordinasikan dan panduan kegiatan. Yang terakhir menanggapi kondisi baru dari waktu ke waktu.

Sunday, 28 October 2012

Bagaimana Cara Mempelajari Perilaku Entepreneurship?


Entepreneurmerupakan perilaku seorang individu yang mengambil inisiatif untuk mempersatukan (bundling) sumber daya dengan cara-cara inovatifdan bersedia menanggung resiko dariketidakpastian dalam bertindak. Sedangkan Entepreneurship merupakan proses menciptakan sesuatu baru, yang memiliki nilai dengan jalan mengabdikan waktu dan usaha (time and effort) yang diperlukan; dengan asumsi keuangan, fisik, dan resiko sosial serta ketidakpastian, dan memperoleh penghargaan finansial atau kepuasan pribadi. Dalam bundling resource, diharapkan produk tersebut berharga, jarang dan tidak ada bandingnya (valuable, rare dan inimitable).

Tuesday, 23 October 2012

Hubungan Industrial dalam Konsep


Hubungan kerja terjadi karena ada unsur perintah, upah dan waktu. Hal ini perlu diatur hak dan kewajiban dari masing-masing pemegang kepentingan (pengusaha dan karyawan). Hubungan kerja ini merupakan sisi rawan yang harus mempersatukan persepsi antar pemegang kepentingan, supaya tercipta proses industrial yang sehat, aman dan dinamis. Kenyataannya, kepentingan masing-masing pihak bertolak belakang. Karyawan dengan bergaining position yang rendah menginginkan kesejahteraan, pengusaha dengan tangan besi menginginkan minimalisir biaya produksi, belum lagi penyelesaian masalah oleh pemerintah yang cenderung memihak. Hal ini yang memicu ketidak puasan dalam hubungan industrial.

Mengukur Kesejahteraan untuk Kebijakan Publik


Catatan ini saya tulis di sela-sela waktu eksplorasi wellbeing (kesejahteraan). Di Indonesia belum pernah ada akademisi yang mulai mencoba mengukur wellbeing, life satisfaction maupun happiness, padahal belahan dunia lain sudah ramai-ramai mengembangkan hal ini sebagai alat ukur pengganti PDB. PDB selama ini dianggap tidak mampu mencerminkan kesejahteraan rakyat. Benarkah? kenyataan dijawab sendiri oleh negara-negara maju yang mengalami krisis ekonomi 2008. 

Saturday, 20 October 2012

BURUH TIDAK PERNAH SEJAHTERA



Aksi pemogokan buruh, sepertinya sudah tidak lagi banyak berdampak pada regulasi pemerintah. Perbaikan kebijakan yang dilakukan terus menerus oleh pemerintah sudah dianggap benar, meskipun kenyataannya dalam pelaksanaan masih jauh dari harapan. Sedikit menilik sejarah, aksi pemogokan buruh sudah terjadi, bahkan sejak akhir abad ke-18 di Eropa, pada masa revolusi industri. Permasalahan yang muncul hingga saat ini masih selalu sama, yaitu upah buruh dibawah pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.